Nasihat Perkawinan*

Posted by on

Khutbah nikah Rasulullah SAW ketika beliau menikahkan Sayyidatina Fathimah ra. dengan Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra.

Segala puji bagi Allah, yang terpuji karena curahan nikmat-Nya, disembah karena kuadrat kuasa-Nya, yang dihindari siksa-Nya dengan menuju (mendekat) kepada-Nya. Dialah yang menciptakan mahluk dengan kekuasaan-Nya. Dialah yang menerangi jalan manusia dengan ketetapan-ketetapan hukum-Nya, Dia pula yang mengukuhkan mereka dengan agama-Nya, serta memuliakan mereka dengan kehadiran Nabi-Nya, Muhammad (Saw).

Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia telah menjadikan perkawinan sebagai sarana perolehan keturunan. Itu dijadikannya jalan yang wajib, ketetapan hukum yang adil, serta dijadikan-Nya sarana perolehan kebajikan yang sempurna. Dengan perkawinan Allah mengukuhkan tali craps kekerabatan, lalu itu semua diwajibkan-Nya kepada putra-putri Adam. Allah Yang Maha Tinggi dan Maha Mulia berfirman: “Dialah yang menciptakan manusia dari air, lalu Dia menjadikannya berpotensi memiliki keturunan dan menjalin ikatan periparan dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa”**

Semua urusan Allah mengalir menuju Qadha-Nya, dan Qadha-Nya mengalir menuju takdir-Nya. Segala sesuatu ada batas waktunya, dan setiap batas waktu termaktub dalam kitab-Nya, Allah menghapus yang Dia kehendaki dan Dia juga menetapkan apa yang Dia kehendaki namun di sisi Allah ada Induk al-Kitab, yakni pengetahuan Yang Maha Luas dan yang tidak pernah berubah.

 

*Disadur dari “Pengantin Al Quran, Kalung Permata buat Anak-anakku”, M. Quraish Shihab.

**Q.S. al Furqon [25]: 54

No Comment

There are no comments posted yet. Be the first one!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>